Curhatan yang Membawa Petaka

0 0
Read Time:2 Minute, 6 Second

Curhatan yang Membawa Petaka, Baru baru ini yang lagi ramai di jejaring media sosial adalah ungkapan curhat seseorang calon ibu (pastinya wanita) yang mengecam seorang ibu hamil. Kasus ini menyebar di media Path, dan karena curhatan dia itulah yang menyebabkan dia di bully via media jejaring sosial.


Memang kasus bully via jejaring sosial bukan suatu hal yang baru, kadang curhatan itu diungkapkan dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Tapi bukan penyelesaian yang didapatkan Dinda (nama sebenarnya), alih alih mendapatkan solusi atau dukungan (ada juga yang mendukung dia) tapi apa yang didapat Dinda ? Hinaan, cacian, dan di bully di berbagai media sosial, sampai sampai pemilik akun tersebut menutup akun media sosialnya karena pastinya depresi akibat dari bully tersebut.


Tidak salah memang curhat di media sosial, tapi tidak semua hal bisa diungkapkan ke media yang konon katanya tanpa batas tanpa jarak tersebut. Berbagai media onlinepun memberitakan dengan ramainya, mulai dari dia menuliskan curhatannya via Path, dia di bully, hingga beredarnya meme special edition untuk Dinda hehe, serta permintaan maaf dari Dindapun masih selalu dimuat di media online (jadi terkenal ya).


Kasus ini berawal dari curhatan Dinda, yang membenti ibu hamil yang tiba2 datang minta tempat duduk. Apalagi dari curhatan dia, dengan bangganya dia yang biasa berangkat pagi pagi agar bisa mendapatkan tempat duduk, dia bilang kalau "ibu hamil memang tidak masu susah"dan juga "kalau ga mau susah ga usah kerja bu dirumah saja". Bisa dilihat dari perkataan dia, bisa dibilang dia seorang wanita yang tidak berhati wanita, tidak pernah merasakan menjadi wanita apalagi yang dia kecam adalah seorang ibu yang sedang hamil. Sebenarnya, didalam keretapun sudah disediakan tempat khusus untuk orang tua, difabel serta ibu hamil. Dan memang, ibu hamil disini diprioritaskan daripada penumpang lainnya bukan tanpa alasan, ibu hamil memang spesial dan tugas mulai bagi seorang wanita.

Baca juga:   Menikah itu Mudah Bagi yang Membuat Menjadi Mudah

 

Dan, dengan kebesaran hati seorang Dinda akhirnya dia menjadi sadar, dan mengakui kalau memang dia khilaf. Semoga dengan apa yang terjadi ini, bisa menjadi pelajaran bagi Dinda dan semuanya ya.

Dari kisah nyata ini banyak hal yang bisa diambil hikmahnya, sesuai dengan "mulutmu harimaumu". Kata-kata memang bisa mencerminkan pribadi seseorang, dan dimanapun berada ibu hamil memang harus diprioritaskan, selain untuk kesehatan ibu tersebut juga untuk keselamatan buah hati yang dikandungnya. Jadi, sebelum berkata ataupun menuliskan sesuatu(di jejaring sosial, juga di blog lho), baiknya untuk dipikirkan dengan matang sebelum menimbulkan hal yang tidak baik. Ingat sebuah kutipan, "Semua yang berawal dengan rasa marah akan berakhir dengan rasa malu". So, waspadalah…!!!

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Facebook Comments

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published.