Kisah Pohon Apel dan Seorang Anak Kecil

Kisah Pohon Apel dan Seorang Anak Kecil
0 0
Read Time:2 Minute, 34 Second

Pada masa lampau, ada sebuah pohon apel yang sangat besar. Seorang anak laki-laki senang datang dan bermain disekitar pohon apel itu. Ia memanjat puncak pohon, makanapel dan tidur dibawah keteduhan pohon apel itu… ia mencintai pohon itu danpohon sangat senang bermain dengannya. Waktu berlalu… anak laki-laki kecil itutelah tumbuh dewasa dan ia tidak lagi bermain disekitar pohon apel setiap hari.

Suatu hari, anak itu datang lagi pada pohon apel dan ia terlihat sedih. “kemari dan bermainlah denganku,” Tanya pohon pada anak itu. “aku tidak lagi anak kecil, aku tidakbermain disekitar pohon lagi. Aku ingin mainan. Aku butuh uang untukmembelinya, “jawab anak itu. Pohonberkata, “maaf, tetapi aku tidak mempunyai uang … tetapi kamu bisa mengambilsemua apelku dan menjualnya. Sehingga kamu akan mempunyai uang. “anak itubegitu senang, ia mengambil semua apel dipohon dan pergi dengan perasaanbahagia. Anak itu tidak pernah kembali setelah memetik semua apel. Pohon apelitu sedih.

Suatu hari,anak itu kembali dan si pohon sangat senang melihatnya. “kemarilah dan bermainbersamaku,” kata si pohon. Anak itu menjawab, “aku tidak punya waktu untukbermain, aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untukberlindung. Bisakah kamu membantuku?” maaf, aku tidak mempunyai sebuah rumah.Tetapi kamu bisa memotong cabang-cabangku untuk membangun rumahmu.” Lalu anakitu memotong semua cabang pohon dan pergi dengan perasaan bahagia. Si pohonsenang melihat anak itu gembira tetapi ia tidak pernah kembali lagi sejak itu.Lagi si pohon kesepian dan sedih.

Suatu haridimusim panas, anak itu kembali dan pohon apel selalu senang melihatnya.“kemarilah dan bermain bersamaku!” ajak sipohon. “aku sedih semakin tua. Akuingin pergi berlayar membuatku relaks. Bisakah kamu memberikan aku sebuahperahu?” kata sianak. “gunakan batangku untuk membuat perahumu, kamu bisaberlayar jauh dan bersenang-senang.” Lalu anak itu menebang pohon untuk membuatperahu. Ia pergi berlayar dan tidak kembali lagi untuk waktu yang sangat lama.

Baca juga:   Undangan Webinar dari Chalmers University?

Akhirnya,anak itu kembali lagi setelah pergi selama bertahun-tahun. “maaf, anakku, akutidak mempunyai sesuatu lagi untukmu. Tidak ada apel lagi untukmu ..,” pohonitu berkata. “aku tidak mempunyai gigi lagi untuk menggigit,” anak itu menjawab.“tidak ada lagi batang pohon yang bisa kamu panjat”, “aku terlalu tua untuk itusekarang,” anak itu menjawab. “aku benar-benar tidak bisa memberimu sesuatulagi… satu hal yang tersisa adalah akarku yang sekarat,” kata pohon itu denganberlinang air mata. “aku tidak butuh sesuatu sekarang. Aku hanya menginginkantempat untuk beristirahat. Aku lelah,” jawab anak itu. Bagus! Akar-akar pohontua adalah tempat terbaik untuk bersandar dan beristirahat. Kemari, kemarilahduduk bersamaku dan beristirahat.” Anak itu duduk dan pohon merasa gembiratersenyum berurai air mata …

Sang pohon tersebut adalah orang tua kita Jadi percayaatau tidak itulah kelakuan kita kepada orang tua dimana kita sudah tumbuhdewasa kita akan meninggalkannya orang tua tidak pernah menyimpan rasa bencimeski sang anak kembali hanya ada maunya namun sang orang tua hanya bahagia asalkananaknya bahagia di luar sana hingga akhirnya ketika sang anak sudah tak punyaapa-apa sang anak pun kembali kepada orang tuanya dan orang tua kita akan tetaptulus menyayangi kita ….

Bagi kita yang masih mempunyai orang tuamuliakanlah mereka jangan sampai kita lupa atas apa yang telah merekaperjuangkan untuk kita dan ingat satu lagi saudaraku tanpa kehadiran orang tuamaka tiadalah kita karna allah telah menitipkan kita kepada mereka….

Baca juga:   Saldo Go-Pay Gratis dari Go-Jek
Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Facebook Comments

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published.