Fenomena Sosial Media dan Tingkah Laku Generasi Muda

0 0
Read Time:1 Minute, 51 Second

Perkembangan sosial media saat ini memang begitu pesatnya, mendekatkan yang sangat jauh tapi kadang juga menjauhkan yang dekat. Tidak bisa dipungkiri, sosial media ibarat pisau bermata dua dan selalu mempunyai sisi positif serta negatif. Banyak manfaat yang bisa diambil dari sebuah sosial media, contohnya bisa terus terhubung dengan teman lama, mempertemukan teman yang mungkin tahunan atau bahkan puluhan tahun tidak pernah bertemu, akhirnya dipertemukan oleh sebuah sosial media, dan hingga melalui sosial media bisa mempertemukan orang tua dengan anaknya yang sudah bertahun tahun menghilang.

Bagi penggemar salah satu figur masyarakat, entah itu artis, atau pemain olahraga bisa pula dijadikan wadah untuk selalu dekat dengan idolanya. Juga bagi yang selalu perlu sebuah motivasi maupun kata mutiara indah, hanya dengan mene-like sebuah fan page maka setiap hari akan selalu dibanjiri dengan kata kata penuh motivasi, dan itu juga sangat bermanfaat untuk menambah semangat mengarungi perahu kehidupan. Satu lagi, karena sekarang adalah musimnya pemilihan umum (pemilu) banyak para calon wakil rakyat menarik hati rakyat yang berkampanye melalui sosial media, dan ini adalah cara kampanye yang bisa dibilang efektif serta dengan biaya yang terjangkau. Masih banyak segi positif yang bisa diambil dari sosial media.

Tidak lengkap rasanya membahas sesuatu hanya dari segi positifnya saja. Sisi negatif dari sosial media tidak kalah banyaknya. Sosial media bisa menurunkan produktifitas seseorang, bagaimana tidak ? Banyak waktu yang bisa terbuang percuma hanya karena menatap monitor, sehingga melalaikan tugas utama entah itu bekerja atau belajar. Serta akhir-akhir ini di media cetak maupun media elektronik sering kita mendengar banyak terjadi penculikan yang tragisnya berakhir dengan perkosaan atau pembunuhan yang dilatarbelakangi oleh sosial media. Berawal dengan berkenalan via sosial media dan dilanjutkan dengan acara kopi darat/pertemuan. Biasanya sasaran yang dicari adalah wanita ABG atau yang masih dibawah umur, sehingga bisa dirayu dengan kata kata yang manis tapi sebenarnya beracun.

Baca juga:   Menambahkan BibTeX kedalam Library Qiqqa

Dalam masalah ini peran orang tua sangat diperlukan untuk mengontrol pergaulan anak-anaknya, dengan siapa dia berteman, kemana biasanya bermain adalah orang tua perlu untuk mengetahuinya. Apalagi pada usia belasan adalah usia yang sangat rawan, mudah tersinggung, mudah marah/ngambek, karena pada usia ini merupakan masa-masa pencarian jati diri. Serta yang lebih penting adalah, pemahaman agama harus diberikan kepada anak, karena agama berperan penting dalam membentuk kepribadian, sikap dan perilaku.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Facebook Comments

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published.