Categories ALL Motivasi

Emas yang Terpendam pada Setiap Muslim

0 0
Read Time:2 Minute, 57 Second

Emas yang Terpendam pada Setiap Muslim, judul yang begitu indah bila kita benar benar mengetahui dan menyadarinya. Tulisan ini saya ambil dan sedikit saya modifikasi dari tulisan teman saya yang sangat memberikan motivasi kepada saya. Semua orang percaya bahwa emas adalah salah satu harta yang sangat bernilai, kebanyakan orang akan berlomba lomba untuk mengoleksi atau mungkin bisa dikatakan berinvestasi dengan emas, ini dikarenakan harga emas dari kurun waktu 5 tahun terakhir terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Point awal yang didapat alah semua orang percaya bahwa emas adalah suatu harta dan sangat bernilai. Bahkan imperialisme kuno mempunyai semboyan yaitu gold, glory, gospel yang artinya kekayaan, penyebaran agama dan kejayaan. Salah satu semboyan tersebut adalah “gold”, yang arti secara umumnya adalah kekayaan, jadi semakin banyak gold yang dimiliki bisa diartikan semakin besar juga kekayaannya.

Disini saya tidak membahas tentang gold dalam arti yang sebenarnya, karena disini saya ingin membahas tentang gold yang lain yang kalau dijaga dan dirawat tentunya akan bisa menghasilkan gold, gold dalam artian yang sebenarnya (kekayaan).

Tanpa disadari disekitar kita (saya salah satunya) banyak kita temui rekan-rekan yang bisa dianggap malas dalam melakukan segala sesuatu atau kegiatan apapun. Terutama ketika dalam menghadapi masalah cenderung akan bermalas – malasan tanpa ada usaha pemecahannya. Di lain pihak ada juga yang cenderung suka buang – buang waktu dengan komplain tanpa memfokuskan pada pemecahannya.

Sikap malas dan menyia-nyiakan kesempatan untuk umat muslim bisa diartikan dengan menyia-nyiakan “gold” yang sudah diberikan oleh Allah, serta yang telah dibentuk sejak kita lahir didunia ini. Lohh kok bisa begitu?? Kata “emas” disini adalah potensi dan kemampuan yang sudah ditempa dan disiapkan secara jiwa dan rohani oleh Allah swt.

Baca juga:  Cara Flush DNS Cache di Mac OS

Bagaimanapun juga, setiap umat muslim, sejak kecil sudah dilatih untuk hal – hal yang baik. Sebagai contoh, mulai dari kecil kita dilatih supaya tidak minum minuman keras karena hal tersebut adalah haram dalam muslim. Islam mengharamkan suatu benda bukan tanpa alasan, karena sesuatu yang haram kalau tetap dilangkar pasti akan berdampak buruk bagi diri sendir, bahkan juga orang lain. Dengan meminum minuman keras, maka tingkat kesadaran akan menurun dan dampaknya adalah sangat membahayakan. Lalu ketika kita beranjak dewasa, sudah tentu otak, pikiran, badan kita akan berfungsi secara optimum jika kita bandingkan dengan orang – orang, sebagai contoh yang suka minuman keras. Dan dengan shalat 5 waktu dan dzikir setiap hari berarti melatih kekuatan jiwa, hati serta semakin mendekatkan kita dengan yang Maha Pemberi Kehidupan. Kemudian, apakah beda orang yang dilatih dengan yang tidak dilatih? Tentu saja beda. Dengan demikian, kita sudah dipersiapkan dengan sebaik – baiknya baik jasmani maupun rohani oleh Allah SWT. untuk kita pergunakan. Kesemua hal tersebut adalah “emas” (kekayaan) yang terpendam dan tugas kita adalah menggunakannya sebaik – baiknya.

Lantas, kenapa umat muslim sekarang mengalami penurunan, baik dibidang ilmu pengetahuan atau yang lainnya, penulis mengira itu adalah karena sikap malas sehingga menyia – nyiakan “emas” yang sudah ditempa sejak kecil.

Di dalam Al Quran menyebutkan kalau Allah swt melebihkan kaum Yahudi, yang kita menyebutnya karena kepintarannya. Jangan salah, menurut penulis, yang dilebihkan bukanlah kepintarannya melainkan karena experiences atau pengalaman yang mereka miliki. Secara logika, apakah Allah akan melebihkan kepintaran otak seseorang tetapi orang tersebut suka minum – minuman keras?

Baca juga:  Tingginya Kepedulian Mahasiswa Malaysia Terhadap Sekitar

Hal ini diperkuat dengan cerita seorang Yahudi yang berkata, “kami baru takut terhadap umat Islam jika mereka telah melaksanakan Shalat Subuh seperti melaksanakan Sholat Jum’at”. Lantas apa makna yang terkandung disini, tidak lain adalah supaya kita tidak malas. Dengan melaksanakan shalat shubuh berjamaah kemudian berangkat kerja di pagi hari.

Semoga melalui tulisan akan memotivasi para pembaca supaya memanfaatkan “emas” yang terpendam yang sudah kita latih sejak kecil dengan tidak bermalas – malasan.

Sumber : sumber

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Facebook Comments

About Author

You May Also Like

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *