Dalam hal sosial media Indonesia memang selalu masuk kedalam 5 besar ranking dunia. Pengguna facebook di Indonesia berada diperingkat 3 besar dunia, seperti halnya twitter, Indonesia juga masuk diurutan ketiga pengguna twitter dunia. Yang lebih mengagetkan adalah Indonesia menduduki peringkat pertama pengguna Path seluruh dunia, walaupun beberapa bulan yang lalu banyak yang AKAN menghapus akunnya karena salah satu perusahaan Indonesia yang ikut berinvestasi di Path. Tapi apakah benar benar menghapus akun tersebut atau hanya gertakan hangat hangat tahi ayam saja tidak ada yang tahu.
Seperti lanjutan ditulisan saya sebelumnya yang berjudul Fenomena Sosial Media dan Tingkah Laku Generasi Muda, sebenarnya menurut saya tulisan tersebut kurang begitu sesuai dengan isinya, tapi tidak apalah karena sudah terlanjur saya posting hehee… . Tidak dipungkiri kawula muda merupakan pengguna terbanyak sosial media. Pew Research pada tahun 2013 menyeutkan pengguna sosial media dengan usia dibawah 29 tahun mendominasi dengan presentase sebesar 83%.
Indonesia memang tidak pernah mau ketinggalan dalam urusan teknologi, apalagi yang namanya sosial media, selalu menduduki ranking 5 besar seperti yang saya sebutkan diatas. Yang ingin saya tekankan disini adalah seringnya terjadi penyalahgunaan sosial media tersebut untuk hal yang tidak baik, hingga dalam tahap yang sangat merugikan orang lain.
Berikut beberapa dampak negatif dengan adanya sosial media menurut pendapat saya.
- Individualis dan Acuh
Tidak disadari sosial media sekarang 180 derajat mengubah perilaku penggunanya. Mengubah sifat dasar manusia yang peduli terhadap lingkungan dan bersosial, menjadi acuh terhadap sekitar dan cenderung untuk individualis
- Hilangnya rasa malu
Malu merupakan terkendalinya jiwa agar tidak melakukan hal hal yang buruk. Fenomena yang marak terjadi adalah mendokumentasikan segala aktifitas keseharian, mulai dari bangun tidur hingga kembali menuju tempat tidur, dan tidak jarang mengumbar bagian badan yang seharusnya tertutup.
- Ajang pamer
Memamerkan harta kekayaan, mobil baru, motor baru atau bahkan pacar baru atau malah baru putus, sekarang dirasa menjadi hal yang wajar
- Ajang Bullying
Efek mem-bully orang lain via sosial media sama parahnya dengan mem-bully secara langsung, atau mungkin efeknya bisa lebih parah
- Membuka Aib sendiri
Aib ? sekarang aib sering menjadi konsumsi publik. Update status tentang keadaan hati, gundah, gulana, putus, jadian, marahan, pertengkaran, tidak suka dengan orang lain maupun orang tua, sekarang terasa pantas untuk orang lain mengetahuinya, dan bahkan seolah-olah agar orang lain tau dan iba.
Damn… It’s the truth!