Categories ALL Informasi

Pesta Demokrasi Indonesia, Pilih Capres Nomor 1 atau 2

0 0
Read Time:1 Minute, 42 Second

Pilpres (Pemilihan Presiden) 2014 ini dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2014, tapi untuk luar negeri sedikit berbeda karena akan diadakan tanggal 5 Juli 2014. Pada pilpres ini hanya terdapat 2 pasang saja, yaitu Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK. Yang saya rasakan dari pemilu kali ini adalah santernya kampanye hitam yang menyerang kedua pasangan capres. Berbeda dengan pilpres periode sebelumnya, kampanye hitam kali ini dengan membabi buta menyerang kedua pasangan pilpres. Satu sama lain menyerang, dengan menjelek-jelekkan pasangan lawan dengan menyebarkan berita-berita yang bisa dibilang belum bisa dibuktikan kebenaran berita tersebut. Tapi memang kampanye hitam seperti ini bisa mempengaruhi pemilih, yang awalnya memilih pasangan capres A bisa jadi berpindah kepasangan capres B.

Tidak hanya kader-kader partai, tim sukses yang membela mati-matian capres pilihan mereka. Di media sosial seperti facebook, twitter mereka dengan terang-terangan membela salah satu pasangan capres. Menuruts saya sah-sah saja membanggakan pilihannya, tapi yang disayangkan adalah  mengapa harus sefanatik itu membela jagoannya, menganggap bahwa pilihannya adalah pilihan terbaik dan pasangan yang lain adalah capres yang tidak pantas untuk menang, tidak pantas untuk memimpin Indonesia. Sampai-sampai karena berbeda pilihan capres, hubungan pertemanan yang sudah dijalin harus retak.

Memilih salah satu pasangan capres adalah wajib, tapi kalau harus mengorbankan pertemanan, keluarga ataupun hingga harus-marah marah tidak terima bila pasangan pilihannya dikomentari orang lain. Inilah yang sangat disayangkan,  teman-teman sayapun ikut ikutan dan malah saling menebar kekurangan dan kejelekan capres yang tidak dipilihnya.

Sebagai warga negara yang baik harusnya adalah, bukan dengan menebar fitnah-fitnah maupun berita yang tidak valid. Dengan memamerkan kelebihan, prestasi capres yang dipilih adalah cara yang bijak, tanpa harus dengan menjelekkan pasangan capres yang lain. Demokrasi memang membebaskan siapapun untuk memilih sesuai dengan hatinya, tidak ada paksaan, sebagai warga negara yang baik adalah menyalurkan haknya dengan datang, memilih ketika pesta demokrasi ini dilaksanakan.

Baca juga:  Hal Apakah yang Membuat Kita Khawatir ?

Siapapun yang terpilih nanti, yang sesuai dengan pilihan kita ataupun bukan, kita harus menerima bahwa beliaulah yang telah terpilih menjadi presiden negera kita. Tugas kita selanjutnya adalah mengawasi jalannya pemerintahannya, menagih janji-janji yang telah diucapkan ketika kampanye.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Facebook Comments

About Author

You May Also Like

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *