Meng-Amini Pernyataan Elon Musk

Kalau kita berbicara tentang Tesla, perusahaan mobil listrik terbesar didunia dari Amerika ini tidak akan lepas dengan CEO nya, Elon Musk. Jadi sebenarnya siapakah Elon Musk ? Berdasarkan informasi di wikipedia, Elon Musk lahir di Pretoria, Afrika Selatan dan mendapatkan gelar sebagai sarjana ekonomi dan sarjana fisika. Nama dia menjadi begitu terkenal karena telah mendirikan SpaceX, Tesla Motors, dan ikut mendirikan PayPal. Tidak hanya di tampil di dunia teknologi, IT maupun sains, ternyata Musk pernah berkali kali tampil menjadi cameo di beberapa film terkenal, yaitu Iron Man 2, Machete Kills, Transcendence and The Big Bang Theory (Youtube).

Hanya dengan baca semua hal tentang pencapaian dia akhir-akhir ini saja udah cukup buat kita kagum. Tesla, SpaceX dan produk-produk dari keduanya yang bikin kita makin berpikiran kalau bukan Tony Stark, berarti dia adalah Bruce Wayne-nya dunia asli.

Tulisan ini tidak hanya berfokus tentang prestasi Tony Stark atau Bruce Wayne dunia nyata, tetapi lebih tentang mengenai pernyataan Musk beberapa waktu yang lalu. Dia menyatakan bahwa

academic papers are useless

Sebelum membahasnya, sebenarnya apa itu akademik paper ? adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sedangkan jenjang S2 hingga S3 (khususnya di Malaysia, lebih khusus lagi di University of Malaya) publikasi artikel ilmiah merupakan syarat lulus untuk mendapatkan gelar master ataupun doktor, dengan syarat yang lebih ketat yaitu artikel ilmiah tersebut harus dipublikasikan di jurnal yang terindeks oleh ISI Thomson Reuters.

Baca juga:   Cinta Laki-laki Biasa

Begitulah sedikit penjelasan tentang akademik paper atau artikel ilmiah. Menurut saya pernyataan Musk tersebut juga beralasan, karena teori dan praktek adalah berbeda. Berbeda seperti apa ? Penjelasannya seperti gambar dibawah ini 🙂

theory-and-practice

Kenapa kita harus peduli dengan pernyataan Musk ? Dikti beberapa tahun terakhir mensyaratkan bagi dosen yang ingin mengajukan diri menjadi guru besar (nama kerennya : professor) harus mempunyai minimal satu artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal yang terindeks oleh Scopus (opo meneh iki ??!!) Syarat baru dikti ini dirasa sangat memberatkan, terutama untuk calon guru besar yang sudah berusia sepuh (walaupun salah satu syarat tidak tertulis untuk menjadi guru besar adalah sepuh). Sehingga dampaknya banyak yang terganjal syarat ini ketika akan mengajukan untuk menjadi guru besar ke dikti.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di luar negeri (Indonesia) saja, didalam negeri (Malaysia) pun — karena artikel ini ditulis didalam negara Malaysia — juga tidak kalah miripnya. Kalau di Malaysia, setiap dosen lokal maupun foreigner, mereka dituntut untuk bisa dan mampu memenuhi target sesuai dengan Key Performance Indicator (KPI) masing-masing. Dan salah satu KPI yang harus dipenuhi setiap tahun adalah publiaksi artikel ilmiah tersebut.

Dengan adanya syarat-syarat dan juga target-target tersebut mau tidak mau, suka tidak suka mereka (dan juga saya tentunya) harus publikasi di jurnal terindeks tersebut, dengan tujuan mereka masing-masing, apakah itu untuk menjadi guru besar, lulus study master/doktor, ataupun untuk memenuhi KPI. Dengan kondisi yang berbeda-beda tersebut, kadang mereka tidak lagi memperhatikan kualitas artikel ilmiah yang dipubliaksikan. Kalaupun berbicara tentang kualitas, tolok ukurnya pun akan sangat subjektif. Kalaupun misalnya artikel ilmiah tersebut benar benar berkualitas, ketika itu dibawa ke dunia industri/praktek akan ada kemungkinan artikel ilmiah itu akan useless juga.

Baca juga:   Menjadi Orang Baik atau Orang Jahat ?

Sebenarnya saya pun meng amini pernyataan Elon Musk tersebut, dan secara tidak langsung selama beberapa tahun ini saya pun telah mengerjakan dan membuat beberapa useless things dalam hidup saya. Karena memang itu syaratnya

Facebook Comments

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *