Kemudahan yang Me-MALAS-kan

Kemudahan yang Me-MALAS-kan
0 0
Read Time:2 Minute, 29 Second

Kemudahan yang Me-MALAS-kan. Tidak biasa dipungkiri kemajuan teknologi dan informasi tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Dampak yang diakibatkan dari kemajuanpun beragam, ada dampak yang bernilai positif dan begitu pula dampak yang bernilai negatif. (seperti intro dalam skripsi 🙂 … )

Arus informasi sudah tidak ada tabir penghalang, ketika ada suatu kejadian maka detik/menit itu juga informasi tersebut akan langsung tersebar. Tidak seperti zaman dahulu, ketika masih menggunakan media cetak, atau bahkan ketika media bambu (alias kentongan), karena pada masa tersebut ketika ada suatu informasi, proses penyebarannya akan memakan waktu yang cukup lama, dan bisa jadi informasi yang menyebar sudah terkena bumbu-bumbu penyedap (ada yang ditambah maupun dikurangi). Berbeda, sungguh berbeda dengan zaman saat ini, saat semua informasi hanya berada diujung jari, tinggal klik semua informasi dengan mudah didapatkan.

Kemudahan-kemudahan tersebut tidak lepas dari adanya sisi negatif. Dulu, proses penyebaran informasi harus melaui mulut ke mulut, proses transaksi jual beli dilakukan dengan tatap muka dan tawar menawar, proses pembayaran dilakukan secara bertemu langsung dengan cash, tapi sekarang ? Sekarang hampir semua bisa dilakukan dengan online, yaitu ketika membaca berita tinggal akses portal berita online, ingin jual beli bisa menggunakan jual beli online, dan pembayaran bisa menggunakan e-banking dan sebagainya.

Dari perubahan gaya hidup modern sekarang ini, manusia dimanjakan dengan tanpa beralih dari tempat duduk mampu melakukan berbagai hal seperti yang disebutkan sebelumnya. Kemudahan-kemudahan yang ada ini sangat rentan untuk menjadikan manusia semakin malas, malas dalam hal untuk melakukan proses transaksi secara face-to-face. Sebagai contoh saya sendiri juga ikutan terkena dampak tersebut, ikutan malas untuk beli barang-barang tertentu dan lebih suka untuk melakukan transaksi secara online. Mulai dari lebih suka beli barang di lelong atau lazada, atau situs online lainnya. Dari kebiasan itu kadang merasa kangen juga dengan ketemu langsung dengan penjual, melakukan negosiasi, ngobrol ngetan ngulon, tawar menawar harga. Dari hal-hal kecil tersebut sebenarnya bisa menjadi akrab dengan penjual, bisa juga berlangganan, atau mungkin juga bisa ketemu sama jodoh hahaha…. (sapa tau anak penjualnya cantik) dan hal-hal tersebut tidak bisa terjadi ketika melakukan transaksi secara online, karena memang tidak adanya tatap muka. Dulu ketika beli kaos atau sendal dibela-belain nawar sampai mati-matian (kadang sampai penjualnya marah hahaha…), sekarang ? sudah mulai jarang. Kemudahan itu juga mengakibatkan kurangnya bersosialisasi dengan sesama, tidak ada tegur sapa ataupun ngobrol-ngobrol kecil.

Baca juga:   Tips Menghilangkan Sifat Sombong

Memang kemudahan teknologi sekarang ini membuat jarak seperti tidak ada, tanpa batas ruang dan waktu. Tapi tanpa disadari, teknologi mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat. Bagaimana tidak, sebagai contoh dengan adanya smartphone sekarang ini, walaupun satu meja bareng-bareng janjian untuk buka bareng tapi faktanya, masih aja sibuk dengan hp masing-masing (disitu kadang saya merasa sedih). Ibaratnya, lebih mementingkan berhubungan dengan yang berada dikejauhan, daripada teman-teman yang berada disekitar kita.

Ahhh…. sudahlah mau gimana lagi, memang sudah zamannya seperti ini. Tapi untuk mengobati kekangenan tersebut, bisa dengan datang ke pasar-pasar tradisional, dengan begitu rasa keramahan, rasa kebersamaan, rasa ke-nawar-an pun masih sangat terasa.

 Gambar : Viva

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%
Facebook Comments

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published.