Karena Kita adalah Aktor Utama dalam Kehidupan Masing Masing

Sering ketika kita melihat film, sinetron ataun FTV atau sinetron selalu ada yang berperan sebagai aktor utama, aktris utama, pemeran protagonis atau antagonis bahkan ada juga yang hanya berperan sebagai figuran yang hanya nampil tidak ada 1 menit dalam layar televisi maupun bisokop. Memang itu sudah diatur oleh sang sutradara yang apakah memberikan peran lebih atau hanya berperan nampang saja dalam sebuah film, yang sudah diatur dalam skenario. Seperti peran Si Boy misalnya, yang serba sempurna 100%, sudah pinter, patuh kepada orang tua, punya pacar cantik, disayang guru, ahli karate juara MMA, sholeh, dan juga dapet beasiswa keluar negeri. Haha… kenapa saya bisa hafal begini ya, jangan berfikir saya mengikuti terus sinetronnya ya …. Oiya bagi pecinta sinetron ini saat ini pasti sedang bersedih, karena Si Boy meninggal dalam kecelakaan, itu juga karena alurnya sudah dikehendaki¬†oleh sang sutradara.

Ngomong-ngomong masalah peran, dalam kehidupan ini seringnya kita tidak menyadari bahwa kita juga sedang memerankan tokoh diri kita sendiri didalam film kehidupan kita. Yang membedakan dengan sedikit cerita diatas adalah, kita berperan sebagai aktor utama (selalu) didalam film yang kita bintangi sendiri, dan orang lain berperan sebagai pemain pendukung didalam film yang sedang kita bintangi. Apapun peran yang kita jalani sekarang ini, walaupun sebagai seorang mahasiswa (yang ceritanya tidak seperti di FTV), atau sebagai seseorang yang telah bekerja (yang tidak juga seperti di FTV), atau yang berprofesi lainnya, diri kita sendiri tetap menjadi pemeran utamanya. Tapi ketika kita memerankan tokoh diri kita dalam film kehidupan ini, kita bisa memilih berperan sebagai protagonis ataupun antagonis. Atau bahkan juga kita perperan sebagai figuran difilm orang lain, begitu juga sebaliknya ada juga orang lain yang berperan sebagai figuran difilm kita, yang maksudnya adalah kita/orang tersebut hanya nampil dalam waktu yang singkat dalam film kita/difilm orang lain tersebut. Dalam dunia perfilman, yang berperan sebagai figuran sudah ditentukan kapan nampil dan kapan akan menghilang, tapi didalam kehidupan perfilman kita, kita punya andil untuk berperan sebagai figuran dikehidupan orang lain, atau menjadi pemain pendukungnya, bahkan menjadi pendampingnya. Meskipun juga ada sutradara yang sudah membuat skenarionya tapi kita bisa berusaha dan masih ada harapan untuk mengubah alur ceritanya.

Baca juga:   Berkenalan dengan LaTeX dan LyX

Ya walaupun seringnya alur film kita tidak seindah yang ada didalam FTV, tapi perlu kita sadari sutradara telah membuat skenario terbaik untuk kita dan sutradara tersebut telah yakin bahwa yang mampu menjadi pemeran/aktor utama dalam film yang sedang kita jalani ini adalah diri kita sendiri.

Facebook Comments

You may also like...