Apapun yang Kita Lakukan, Orang Lain Tetap Akan Berkomentar

0 0
Read Time:2 Minute, 18 Second

Apapun yang Kita Lakukan, Orang Lain Tetap Akan Berkomentar, Di suatu padang pasir yang panas terik, bermulalah perjalanan musafir seorang ayah dan anak lelakinya dengan seekor unta. Sang Ayah dan anaknya hendak ke pasar untuk menjual untanya.

Berangkatlah mereka berdua pagi-pagi sekali dengan berjalan kaki. Sedangkan unta mereka tuntun. Di tengah perjalanan mereka bertemu seseorang.

“Mau ke mana pak”, Tanya orang pertama yang mereka temui.

“Mau ke pasar. Saya mau menjual unta ini ke pasar. Cuma unta ini satu-satunya harta yang bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup kami. Ya terpaksa ini kami lakukan karena belum ada cara yang lain”, kata sang bapak menjawab.

“Kok untanya dituntun. Agar tidak capai, ‘kan bisa unta dinaiki. Kasihan kan anak bapak, berjalan kaki”, kata orang itu lagi.

“Iya yah. Terima kasih atas sarannya” kata sang bapak.

Menuruti saran orang tersebut maka sang bapak menaikkan sang anak ke unta. Unta dinaiki sang anak, sementara sang bapak menuntun saja. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan.

Dalam perjalanan selanjutnya mereka melewati seseorang.

“Dasar anak tidak tahu diri. Masak bapaknya di bawah menuntun unta. Anaknya enak-enakan naik unta. Tidak sopan. Pantasnya bapaknya yang sudah tua yang naik dan anaknya yang menuntun. Itu baru anak berbakti”, begitu komentar orang kedua yang mereka temui.

“Oh iya yah “ kata sang bapak dalam hati.

Mereka kemudian bertukar tempat. Sang bapak naik unta, anaknya yang menuntun.

Perjalanan kemudian mereka lanjutkan.

Dalam perjalanan mereka bertemu orang ketiga.

“Dasar bapak tidak sayang anak. Masak ia enak-enakan naik unta, sementara anaknya yang menutun. Orang tua macam apa yang tidak sayang anaknya”, begitu komentar orang ketiga yang mereka temui.

Baca juga:   edinesia Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2017

Untuk menuruti saran orang ketiga, sang bapak bersama anaknya naik unta bersama-sama. Berdua mereka naik unta, dan berharap ini adalah cara terbaik dan tidak dikomentari orang lagi. Perjalanan kemudian mereka lanjutkan.

Dalam perjalanan mereka bertemu orang keempat.

“Dasar manusia tidak tahu peri kehewanan. Tidak punya rasa belas kasihan. Masak unta kurus begitu dinaiki dua orang. Benar-benar manusia biadab” kata orang keempat.

Bisa dibilang cerita diatas sangat terkenal, hampir semua orang sudah pernah membaca atau mendengarnya. Terlepas dari benar terjadi atau tidaknya cerita ini, banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita ini. Apapun keputusan yang kita ambil selalu menimbulkan pro dan kontra, dan selalu saja ada orang yang setuju maupun mencela, dan itu wajar. Saat kita mengambil suatu keputusan, selalu ada yang memberi saran, entah saran yang membangun maupun menjatuhkan. Pesan dari cerita ini adalah bila menerima kritik atau saran dari orang lain beiknya tidak langsung untuk diterima dan dilaksanakan, tetapi harus difikirkan masak-masak apakah saran tersebut sesuai atau tidak. Bila memang sesuai maka bisa kita terima, tapi bila tidak sesuai maka tidak perlu dilakukan. Prinsip harus selalu dipegang, karena pastinya ketika kita mengambil suatu keputusan sebelumnya sudah difikirkan dengan baik-baik.

Happy

Happy

%

Sad

Sad
%

Excited

Excited
%

Sleepy

Sleepy

%

Angry

Angry
%

Surprise

Surprise
%

Facebook Comments

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published.