Antara Dosen, Penelitian dan Makalah Ilmiah

Dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satu tugas dosen adalah melakukan penelitian. Keluaran dari penelitian ini pada umumnya berupa suatu laporan , dan biasanya laporan tersebut berbentuk karya ilmiah (paper). Nah, prosesnya masih berlanjut panjang disini, karya ilmiah tersebut harus dikirimkan (disubmit) ke jurnal ilmiah, entah levelnya apakah jurnal nasional, jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, jurnal internasional terindeks, atau jurnal internasional berimpak faktor. Setelah proses submit tersebut, masih ada proses review oleh pihak jurnal untuk menentukan apakah makalah karya ilmiah tersebut layak diterima dan diterbitkan kedalam jurnal atau tidak. Kurang lebih seperti itu proses pembuatan karya ilmiah hingga diterbitkan oleh jurnal ilmiah.

Walaupun beban dosen dalam mengajar sudah berat, dengan ditambahkan tugas untuk penelitian ini maka otomatis menambah berat badan beban dosen tersebut. Sebagai seorang dosen, tidak ada pilihan apakah mau atau tidak untuk melakukan penelitian. Ini dikarenakan adanya surat kebijakan dikti bahwa dosen harus menerbitkan makalah ilmiah dijurnal. Utamanya bagi dosen yang ingin mengajukan kenaikan jabatan fungsional, poin penelitian (baca: mempunyai makalah ilmiah yang telah diterbitkan) adalah merupakan wajib hukumnya. Apalagi bagi yang sudah menyandang gelar guru besar atau profesor, adanya kewajiban jumlah minimal makalah ilmiah yang diterbitkan dalam setiap tahunnya. Bagi guru besar yang tidak bisa memenuhi jumlah minimal tersebut terdapat konsekuensi dicabutnya tunjangan guru besar mereka.

Kebijakan tersebut merupakan upaya untuk mendorong peningkatan jumlah jurnal publikasi di Indonesia. Berdasarkan data di Scopus pada hari ini, 11 Januari 2017 Indonesia menduduki posisi keempat se-Asia Tenggara dalam publikasi jurnal internasional. Seharusnya Indonesia bisa menduduki posisi yang lebih baik dari itu, mengignat jumlah penduduk Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara dan juga Indonesia memiliki 4.405 perguruan tinggi. Namun, jumlah tersebut tidak mencerminkan besarnya jumlah publikasi yang dihasilkan perguruan tinggi.  Indonesia berada pada urutan nomor empat dengan makalah terindeks scopus sebanyak 39.719, dibawah Singapura, Malaysia dan Thailand.

Facebook Comments
Baca juga:   Dikti Mewajibkan Mahasiwa Publikasi Jurnal Ilmiah

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *